Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama : A. Satria Tulus
Jabatan : Pemilik Pusat/Nama Usaha Bakmi Ayam Kampung Om Ndut
Alamat : …………………………………………………………..
Selanjutnya di dalam surat perjanjian kerjasama ini disebut sebagai Pihak I
Nama : …………………………………………………………..
Alamat : …………………………………………………………..
Jabatan : Pemilik Cabang yang beralamat di …………………………………………..
Selanjutnya di dalam surat perjanjian kerjasama ini disebut sebagai Pihak II
Pihak I dan Pihak II sepakat untuk melakukan kerjasama pembukaan cabang Bakmi Ayam Kampung Om Ndut dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1
Pihak II membeli paket usaha dari Pihak I senilai Rp 7.459.000 (tujuh juta empat ratus lima puluh sembilan ribu rupiah) yang terdiri atas
Peralatan:
Gerobak/etalase bakmi, 1 unit
Kompor gas + tabung 3 kg, 2 unit
Dandang rebus 20 & 5 liter, 2 unit
Meja kayu panjang, 2 unit
Kursi plastik, 12 unit
Mangkok ayam, 2 lusin
Mangkok kuah, 2 lusin
Sendok garpu, 2 lusin
Sumpit, 2 lusin
Kemasan bungkus, 100 pcs
Media promosi banner, 2 pcs
Kartu nama, 2 box
Daftar menu, 4 pcs
Bahan baku awal untuk 100 (seratus) porsi:
Bakmi 10 kg
Bakso 200 pcs
Ayam kampung + kaldu 5 paket
Minyak wijen 1 botol
Minyak bawang putih 1 botol
Kecap asin 1 botol
Sambal 2 botol
Saos 1 jerigen
Pasal 2
Dengan membeli paket usaha diatas Pihak II berhak untuk menggunakan nama usaha Bakmi Ayam Kampung Om Ndut berikut logo dan media promosi yang disediakan.
Pasal 3
Pihak II diharuskan untuk membeli bahan baku yang diperlukan dengan mengisi formulir pembelian bahan baku sesuai dengan harga berlaku yang dikeluarkan oleh Pihak I, dimana harga bahan baku tersebut menjadi penentu harga jual.
Pasal 4
Harga jual ditetapkan oleh Pihak I dan Pihak II dapat mengajukan perubahan harga jual sesuai dengan kondisi pasar/pembeli di cabangnya atas persetujuan dari Pihak I.
Pasal 5
Pihak II harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan usaha serta memiliki tanggungjawab untuk mencapai target penjualan di cabang yang dimilikinya.
Pasal 6
Apabila dalam waktu 6 (enam) bulan sejak awal beroperasional, cabang yang dimiliki oleh Pihak II tidak berjalan akibat penjualan mulai bulan ketiga rata-rata perhari masih dibawah 15 (lima belas) porsi, maka Pihak I memberi garansi kepada Pihak II untuk membeli kembali seluruh peralatan yang dimiliki Pihak II dengan harga sesuai dengan jumlah dan kondisi pada saat ditutup.
Pasal 7
Perjanjian kerjasama usaha ini berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan usaha berjalan terhitung sejak tanggal ditandatanginya perjanjian kerjasama ini.
Pasal 8
Hal-hal lain yang dirasa perlu dapat diatur kemudian atas dasar kesepakatan bersama antara Pihak I dan Pihak II. Apabila terjadi perselisihan atas perjanjian kerjasama ini maka Pihak I dan Pihak II akan menyelesaikannya secara musyawarah kekeluargaan.
Demikian perjanjian kerjasama usaha ini dibuat dan ditandatangani oleh Pihak I dan Pihak II secara sadar tanpa adanya paksaan dari pihak lain diluar penandatangan surat perjanjian kerjasama ini.
Ditandatangani di : Jakarta
Pada tanggal : ……………………………………………..
Pihak I Pihak II
(…………………………………..) (…………………………………..)
Rabu, 14 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar